fitur biometrik versus susuk raine sinden

fitur biometrik versus susuk raine sinden absurd

Fitur biometrik, aduh, eta teh canggih pisan to, euy! Sidik jari, wajah, scan retina, kabeh dideteksi. Tapi, kumaha atuh kalo dibandingin sama *susuk raine sinden*? Pakdhe, ini lho, problematikanya.

Susuk, kan, gaib tenan, Pakdhe. Bisa bikin terpukau, terkapar, pokoke *wow*! Lha kalo di android, paling banter *unlock screen*. Tapi, apa susuk bisa bukak *file* terenkripsi? Atau biometrik bisa bikin *audience* klepek-klepek pas sinden nembang? Nah, di sinilah ke-absurd-an itu bersemaian.

Logikanya, satu *powered by* teknologi, satu lagi *powered by* klenik. Dua-duanya punya *strength* masing-masing. Biometrik bikin aman data, susuk bikin hati nyaman (katanya). Jadi, ora ono sing menang, ora ono sing kalah, Pakdhe. Semua itu soal *preference* dan kebutuhan spiritualisme masing-masing.